COUNTY DURHAM - Inggris kehilangan salah satu figur penting persepakbolaan mereka. Pelatih terkenal Sir Bobby Robson hari ini, Jumat (31/7/2009), meninggal dunia karena kanker.
Robson meninggal dalam usia 76 tahun, setelah lama berjuang menghadapi kanker selama hampir dua dekade.
Tahun lalu Sir Bobby mengatakan: "Kondisi saya digambarkan statis dan tidak mengalami peningkatan sejak kemoterapi.. Saya akan segera meninggal. Tapi semua manusia akan menghadapinya dan saya menikmati setiap menit yang saya dapatkan."
Pelatih legendaris ini telah memberikan beberapa trofi bergengsi kepada klub yang pernah ditanganinya. Dua gelar liga Eredivisie pernah diperolehnya bersama PSV Eindhoven; bersama FC Porto Portugal, serta Piala Winners Eropa kala menangani Barcelona.
Kendati harus berjuang menghadapi penyakit kronis yang dideritanya, Robson yang juga pernah menangani Timnas Inggris ini terus memperlihatkan kecintaannya kepada sepakbola. Di saat-saat akhir, Robson sering terlihat memberikan dukungan kepada tim terakhir yang ditanganinya, Newcastle United. (tan)
di Kutip dari : okezone.com
Read more...
Sabtu, Agustus 01, 2009
Bom Meledak Saat Salat Jumat, 27 Orang Tewas
BAGHDAD - Korban tewas akibat serangkaian ledakan bom Jumat ini di Baghdad, Irak, mencapai setidaknya 27 orang. Sementara 48 lainnya mengalami luka.
Seperti diberitakan Press TV, Jumat (31/7/2009), sebanyak enam bom meledak di lokasi berbeda di daerah yang ditinggali mayoritas kelompok syiah. Ledakan terdahsyat sendiri meledak saat ratusan orang pulang selepas menunaikan Salat Jumat.
Sebanyak empat orang tewas di jembatan Diyala, sekira 10 kilometer selatan Baghdad. Di lokasi itu meledak dua bom yang juga melukai 10 orang.
Sementara ledakan di Zafaraniyah, sebelah tenggara Baghdad dan utara perkampungan Kamaliyah menewaskan dua orang dan sembilan lainnya luka. Bom juga meledak di kota Al Alam, barat Baghdad.
Ledakan terbesar terjadi di distrik Al Shahab, Baghdad. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak menyatakan, bom meledak saat umat Muslim yang mayoritas penganut syiah, pulang dari Salat Jumat. Ledakan itu menewaskan 21 orang dan melukai 35 orang lainnya.
di kutip dari okezone.com Read more...
Seperti diberitakan Press TV, Jumat (31/7/2009), sebanyak enam bom meledak di lokasi berbeda di daerah yang ditinggali mayoritas kelompok syiah. Ledakan terdahsyat sendiri meledak saat ratusan orang pulang selepas menunaikan Salat Jumat.
Sebanyak empat orang tewas di jembatan Diyala, sekira 10 kilometer selatan Baghdad. Di lokasi itu meledak dua bom yang juga melukai 10 orang.
Sementara ledakan di Zafaraniyah, sebelah tenggara Baghdad dan utara perkampungan Kamaliyah menewaskan dua orang dan sembilan lainnya luka. Bom juga meledak di kota Al Alam, barat Baghdad.
Ledakan terbesar terjadi di distrik Al Shahab, Baghdad. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak menyatakan, bom meledak saat umat Muslim yang mayoritas penganut syiah, pulang dari Salat Jumat. Ledakan itu menewaskan 21 orang dan melukai 35 orang lainnya.
di kutip dari okezone.com Read more...
Pendiri Yahoo Pidato Lewat Video di Jakarta

JAKARTA - Penampilan istimewa pendiri Yahoo, Jerry Yang, di malam penghargaan Bubu Awards ternyata tidak sesuai diharapkan. Ternyata dia tidak benar-benar datang secara langsung ke Jakarta.
Jerry hanya menyampaikan pidatonya dalam bentuk video yang sudah direkam sebelumnya. Penampilan mantan CEO Yahoo itu juga kurang dari 3 menit saja, tanpa spesial efek virtual ataupun teknologi hologram yang diharapkan sebagian besar tamu yang hadir Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (31/7/2009) malam.
Dengan penampilan sederhana, menggunakan kemeja abu-abu dengan celana cokelat, Jerry mengatakan saat ini marketing melalui media online semakin diminati di seluruh dunia.
"Perubahan market sekarang lebih kepada digital," ujar pria yang keturunan Taiwan tersebut.
"Marketing digital yang makin diminati, tidak terlepas dari peningkatan pengguna internet sehingga internet semakin maju pesat," tandasnya. (jri)
dikutip dari : okezone.com Read more...
MU Jadi Target Teroris?
Kabarnya, peledakan hotel JW Marriot dan Ritz Carlton oleh orang tak bertanggung jawab itu dialamatkan untuk Manchester United.
Manchester United dikabarkan termasuk dalam sasaran teroris yang meledakkan hotel Ritz Carlton dan JW Marriot di Jakarta dua minggu lalu.
Indikasi ini mencuat setelah sebuah tulisan dari pihak mengatasnamakan kelompok Al Qaeda Indonesia menyebutkan hal ini dalam sebuah blog.
Disebutkan dalam tulisan tersebut, kelompok mereka bertanggung jawab atas peledakan bom di dua hotel bintang lima di kawasan Mega Kuningan itu. Sementara yang dijadikan sasaran adalah beberapa pihak, di antaranya adalah Manchester United.
"Para pemain itu [Manchester United] terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala'nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini," demikian klaim kelompok tersebut dalam blog mediaislam-bushro.blogspot.com.
Namun demikian, menurut beberapa pengamat, seperti pemerhati terorisme Sidney Jones, blog tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya, apakah ditulis oleh kelompok yang memang bertanggung jawab atas aksi peledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, atau bukan.
dikutip dari : www.goal.com Read more...
Manchester United dikabarkan termasuk dalam sasaran teroris yang meledakkan hotel Ritz Carlton dan JW Marriot di Jakarta dua minggu lalu.
Indikasi ini mencuat setelah sebuah tulisan dari pihak mengatasnamakan kelompok Al Qaeda Indonesia menyebutkan hal ini dalam sebuah blog.
Disebutkan dalam tulisan tersebut, kelompok mereka bertanggung jawab atas peledakan bom di dua hotel bintang lima di kawasan Mega Kuningan itu. Sementara yang dijadikan sasaran adalah beberapa pihak, di antaranya adalah Manchester United.
"Para pemain itu [Manchester United] terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala'nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini," demikian klaim kelompok tersebut dalam blog mediaislam-bushro.blogspot.com.
Namun demikian, menurut beberapa pengamat, seperti pemerhati terorisme Sidney Jones, blog tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya, apakah ditulis oleh kelompok yang memang bertanggung jawab atas aksi peledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, atau bukan.
dikutip dari : www.goal.com Read more...
Jumat, Juli 17, 2009
Pelaku Bom Pakai Modus Baru
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian menyatakan, aksi pemboman di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriot memakai modus baru. Itu terlihat dengan cara pelaku memasuki sasaran dan material bom yang dipakai. Hal ini disampaikan kadiv Humas Mabes Polri, Irjenpol Nanan Sukarna dalam jumpa pers di Mal Bellagio, Jakarta, Juma't (17/7).
Menurutnya, dengan penjagaan superketat dari pihak keamanan, seharusnya setiap bahan peledak dipastikan tidak bisa masuk ke area hotel. Indikasi lain, ditemukan sebuah bom yang masih aktif yang dimasukkan ke dalam tas laptop di kamar 1808 hotel JW Marriot.
"Mereka punya modus baru. Kemungkinan mereka preteli dulu (komponen bom) di luar, baru dirakitnya di dalam hotel," ujar Nanan.
Selain itu, kemungkinan modus lain yang bisa digunakan agar pelaku bisa memasukkan bom ke dalam hotel adalah dengan menelan komponen bom tersebut, sebelum masuk ke hotel. "Mungkin saja bahan bom itu ditelan sebelumnya," ungkapnya.
Nanan menambahkan, dari barang bukti bom yang belum sempat meledak, diketahui jenis rangkaian bom masih seperti pelaku teror yang lama. "Rangkaian bom masih sama seperti dulu. Di situ ada mur, kalau duulu kan botri. Cara merangkainya juga masih seperti dulu," ungkapnya.
Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan tentang motif dan dalang di balik kasus peledakkan ini. Untuk sementara, pihak kepolisian mengambil beberapa rekaman CCTV yang ada di sekitar kamar 1808 sebagai barang bukti. Kepolisian berharap rekaman tersebut bisa membantu dalam mengungkap kasus ini.
"Saya mendapat informasinya sih di lorong dekat kamar 1808 ada CCTV-nya. Kan berarti kelihatan (pelakunya)," ungkapnya.
Kepolisian meminta semua pihak tidak berandai-andai terkait motif dan pelaku pemboman tersebut. Kepolisian menyatakan tidak akan merahasiakan jika memang sudah diketahui motif dan pelakunya. "Jangan berandai-andai. Kita menyimpulkan berdasarkan fakta di TKP. Sekarang beberapa tim sedang bekerja. Kita tunggu saja," imbuhnya. (CR-2)
Dikutip dari : www.kompas.com
Read more...
Langganan:
Komentar (Atom)



